Pages

June 28, 2012

Ibu Dyah Dimataku

Entah kenapa, tiba-tiba saja pas mau sahur begini Kepingin nulis soal Ibu. Mengingat sosok beliau sebagai role-model ibu yang selalu aku dambakan ketika waktu kecil ku sering ditinggal orangtua pergi ke luar kota. Sosok Ibu yang, semoga Allah mengijinkan, akan menjadi Ibu mertua-ku nanti. (dan tiada henti-hentinya selalu berharap kepada-Nya).

Menurutku, Ibu Dyah adalah orang yang apa adanya, selalu berterus terang dalam berbicara, sopan dalam bersantun. Apa karena Ibu berasal dari Jogja, entahlah. Seorang Wanita karier yang tidak lupa akan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan seorang Ibu untuk anak-anaknya. Tapi itulah kesan pertamaku saat bertemu pertama kali dengan Ibu, (aku selalu merasa teduh memanggilnya Ibu, entah kenapa) setelah menerjang gerimis untuk tiba di Gudeg Bu Wiwiek 6 Mei yang lalu, tentu saja bersama yang terkasih. :)

Ibu, terima kasih karena telah memberi contoh yang baik kepada ku. Walau tidak secara langsung, tapi aku sering baca update status Facebook Ibu. Hehehe..

Dan jika Allah berkehendak, alangkah beruntungnya aku bisa memiliki Ibu sebagai Ibu ku kelak, amin ya Robbal alamin.

Dan Asa Laily, kamu beruntung Dek, memiliki Ibu yang luar biasa seperti Ibu Dyah Badriyah. :)

Dan selamat berpuasa untuk yang hari ini menjalankan nya.

June 19, 2012

Badai Pasti Berlalu

Buku "The Power of Thinking Big" bilang, sebesar masalah (apapun) yag kita hadapi pada dasarnya tidaklah terlalu pentig. Yang terpentig adalah bagaimana kita menyikapi masalah yang sedang kia hadapi.

Di Al-Qur'an pun bilang, bahwa Allah tidak memberikan suatu cobaan atau ujian di luar batas kemampuan hamba-hambaNya.

Badai akan datang, ombaknya akan menerjang. Cobaan akan selalu ada. Tapi selalu di ingat bahwa Allah Maha-Mengetahui dan Maha-Melihat. Dan yakin bahwa Allah akan selalu bersama kita dalam menemukan solusinya. Jika kita yakin, hanya kepada Sang Kholik.

May 20, 2012

Semoga

Ada yang pernah mengatakan, "easy come easy go". Aku pun tidak tahu kapan dan dimana semua rasa ini dimulai, karena hingga detik ini pun aku belum menemukan jawabannya. Mungkin mengutip dari kata-mama(nya dia), yang terpenting saat ini bukan menemukan jawaban megapa atau kenapa, yang terjadi di masa lau, tetapi menajalani proses menuju masa depan. *yaa kurang dan lebihnya beliau berucap seperti itu disaat pertemuan kita bertiga di Warung Gudeg Bu Wiwiek* :D

Jika ini adalah, seperti yang di bilang "easy come easy go" aku mohon Tuhan, bisakah di-revisi sedikit dengan "easy come and worthed to live for" iyaa tau walaupun agak nyeleneh sih, Tuhan. kembali lagi yang terpenting dan paling utama adalah, aku mencintainya, seorang Scolioser, my partner-of-sharing.

P.S. I Love you

December 11, 2011

In Loving Memory

Hari ini tiga tahun yang lalu, ketika tubuhnya sudah berbaring lemah di salah satu Rumah Sakit milik Pemerintah yang khusus menampung pasien-pasien dengan penyakit Infeksi terutama yang menular. Iya menular, karena dia memiliki virus itu dalam tubuhnya. Tapi kita sekeluraga tidak memperdulikan hal-hal yang kita anggap tidak penting itu, karena dia adalah keluarga kita sendiri.

Dan besok tepat tiga tahun lo pulang ke Rahmatullah Daengku..
Semoga lo selalu tenang dalam tidur panjang lo sampai "Yaumil Mizan" tiba,
Amin amin Ya Robbal Alamin..

Seorang bujangan yang berumur lebih dari 30 tahunan yang terserang virus sangat mematikan, akhirnya mengaku (sedikit) menyerah dengan segala gejala-gejala penyakit infeksi yang timbul. Seseorang yang sebelum terbaring lemah tak berdaya sangat aktif perduli dengan sesama tanpa pandang bulu. seseorang yang hidupnya selalu dengan sikap membantu dan berusaha menolong orang lain bahkan ketika dia sendiri sadar bahwa dia sudah tidak kuat lagi dengan fakta virus itu terus mengerogoti stamina di dalam tubuhnya.

Dialah Abdul Kadir, seorang Kakak, teman, guru,
dan juga pemberi tawa dan canda dalam kehidupan kita.
Seorang tukang membetulkan yang rusak,
dengan segala kepolosan hatinya,
seseorang yang dia tidak pernah tau tujuan hidupnya apa
selain membantu orang-orang disekitarnya.



Yup, he was Mommie's Lil heart, who once always got her attention all around. but that didn't big deal for me since we both knew that Mommie always loves us with her own ways. Since our lated father always teach us about caring other people whoever they are. He, Kadir, done that always all the time.. That's what make me envy him, a lot. Hehehe... :)

Anyway, karena dia selalu kasih contoh yang bagus banget selama hidupnya jadi sekarang gw memutuskan untuk bikin "Giving Without Asking" yang akan gw bahas di tulisan gw berikutnya.

Tulisan ini dibuat bukan untuk sedih-sedihan ataupun cengeng gak jelas di hari Minggu yang mendung. Tapi ini dibuat untuk nerusin apa yang selalu dia yakini,
"Setiap perbuatan baik selalu mendatangkan hasil yang bahkan akan lebih baik."
P.S. We always love you Daeng ku.. :) *baca Al-Fatihah dlm hati*