Ada yang pernah mengatakan, "easy come easy go". Aku pun tidak tahu kapan dan dimana semua rasa ini dimulai, karena hingga detik ini pun aku belum menemukan jawabannya. Mungkin mengutip dari kata-mama(nya dia), yang terpenting saat ini bukan menemukan jawaban megapa atau kenapa, yang terjadi di masa lau, tetapi menajalani proses menuju masa depan. *yaa kurang dan lebihnya beliau berucap seperti itu disaat pertemuan kita bertiga di Warung Gudeg Bu Wiwiek* :D
Jika ini adalah, seperti yang di bilang "easy come easy go" aku mohon Tuhan, bisakah di-revisi sedikit dengan "easy come and worthed to live for" iyaa tau walaupun agak nyeleneh sih, Tuhan. kembali lagi yang terpenting dan paling utama adalah, aku mencintainya, seorang Scolioser, my partner-of-sharing.
P.S. I Love you
No comments:
Post a Comment