Pages

June 28, 2012

Ibu Dyah Dimataku

Entah kenapa, tiba-tiba saja pas mau sahur begini Kepingin nulis soal Ibu. Mengingat sosok beliau sebagai role-model ibu yang selalu aku dambakan ketika waktu kecil ku sering ditinggal orangtua pergi ke luar kota. Sosok Ibu yang, semoga Allah mengijinkan, akan menjadi Ibu mertua-ku nanti. (dan tiada henti-hentinya selalu berharap kepada-Nya).

Menurutku, Ibu Dyah adalah orang yang apa adanya, selalu berterus terang dalam berbicara, sopan dalam bersantun. Apa karena Ibu berasal dari Jogja, entahlah. Seorang Wanita karier yang tidak lupa akan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan seorang Ibu untuk anak-anaknya. Tapi itulah kesan pertamaku saat bertemu pertama kali dengan Ibu, (aku selalu merasa teduh memanggilnya Ibu, entah kenapa) setelah menerjang gerimis untuk tiba di Gudeg Bu Wiwiek 6 Mei yang lalu, tentu saja bersama yang terkasih. :)

Ibu, terima kasih karena telah memberi contoh yang baik kepada ku. Walau tidak secara langsung, tapi aku sering baca update status Facebook Ibu. Hehehe..

Dan jika Allah berkehendak, alangkah beruntungnya aku bisa memiliki Ibu sebagai Ibu ku kelak, amin ya Robbal alamin.

Dan Asa Laily, kamu beruntung Dek, memiliki Ibu yang luar biasa seperti Ibu Dyah Badriyah. :)

Dan selamat berpuasa untuk yang hari ini menjalankan nya.

No comments:

Post a Comment